YOGYAKARTA (Arrahmah.com) - Lima orang guru wanita dari lima kota berbeda di Amerika Serikat (AS) akan mempelajari manajemen pendidikan pesantren pada sejumlah pondok pesantren (ponpes) di Yogyakarta.
"Mereka akan tinggal selama sepekan untuk mempelajari proses belajar-mengajar serta kurikulum pendidikan yang diterapkan pada beberapa pondok pesantren di Yogyakarta," kata Director AsiaPacifiCed Program East-West Center, Namji Steinemann, di Ambon, Rabu (15/7).
East-West Center, adalah lembaga penelitian dan pendidikan Amerika Serikat berkedudukan di Hawaii, yang didirikan oleh Kongres AS pada tahun 1960.
Lembaga tersebut bertugas untuk menciptakan terwujudnya pengertian dan pemahaman antarbudaya negara-negara di Amerika dan Asia Pasifik.
Dalam programnya lembaga ini memiliki jaringan luas pada sekitar 500-600 sekolah di Amerika, yang selalu berinteraksi dengan sekolah-sekolah di negara-negara Asia Pasifik.
Lembaga ini sangat tertarik dengan pola pendidikan pondok pesantren yang diterapkan di Indonesia dan ingin dikembangkan di negara lain.
Lima orang guru wanita dari lima kota berbeda di AS itu adalah, Barbara Laman asal New York, Charoline Aloxopeus asal Conneticut, Sussana Bunchan asal Michigan, Susan Milos asal California, dan Judith Carter asal Georgia.
Selama tinggal di ponpes, mereka juga akan berusaha untuk mengenal lebih jauh pola kehidupan para santriawan dan santriawati di setiap pondok pesantren, guna dijadikan bahan kajian para guru dan siswa di Amerika setelah mereka kembali.
Selain tinggal selama sepekan di ponpes, Namji Steinemann bersama lima orang guru itu juga akan mengunjungi yayasan milik Romo Mangun guna mempelajari berbagai hal yang dikembangkan di yayasan tersebut.
"Kami juga akan bertemu para akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) serta berdialog dengan tokoh-tokoh politik guna membuka wawasan kami tentang kondisi politik di Indonesia," kata dia.
Berbagai hal yang dilakukan ini, menurut Steinemann, tidak lain adalah untuk menunjukkan bahwa sebenarnya bangsa Indonesia bisa berkembang atas inisiatif dan idenya sendiri dan bukan ide impor dari negara lain.
Namji Steinemann bersama lima guru wanita berada di Ambon selama empat hari dalam rangka memfasilitasi program Partnership for Schools Indonesia, yang melibatkan 25 siswa SMP Kristen Rehoboth dan 25 santri Pesantren Darul Quran Al-Anwariyah, Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Pulau Ambon, Maluku Tengah, dalam sebuah pertemuan dan interaksi sosial secara bersama.
Para siswa dari dua lingkungan berbeda itu sebelumnya telah menjadi sahabat pena dan saling menyurat dan berkenalan sejak awal Juli lalu, tetapi baru bertemu untuk pertama kalinya pada Senin (13/7) lalu.
Menurut Steinemann, di dunia pendidikan seringkali masalah perdamaian dibicarakan, dan pertemuan yang dilakukan untuk 50 siswa dari dua lembaga pendidikan berbeda itu, dimaksudkan untuk menciptakan terwujudnya pengertian dan pemahaman di antara mereka. "Agama bukan faktor penghalang bagi anak-anak untuk bertemu dan berinteraksi sosial secara bebas," katanya.
Khusus mengenai Kota Ambon, tandasnya, awalnya dikenal melalui salah seorang guru pesantren yang sedang belajar di Hawaii, di samping ketertarikan akan sejarah pulau rempah-rempah tersebut yang di masa lalu menarik perhatian negara Barat menjajah Indonesia.
"Wajar program ini dilakukan di Ambon karena selain positif bagi siswa dua komunitas, nama besar Ambon dan Maluku yang menyebabkan Columbus bisa menemukan benua Amerika. Colombus pernah tersesat sampai di Pulau Banda. Ini cerita menarik untuk diurai dan Banda adalah Bali di Maluku," kata Steinemann.
The East-West Center adalah sebuah organisasi pendidikan dan penelitian yang mendapat pengakuan internasional dan didirikan oleh Kongres Amerika Serikat pada tahun 1960 untuk memperkuat pemahaman dan hubungan antara Amerika Serikat dan negara-negara di wilayah Asia Pasifik. East-West Center membantu dalam membentuk komunitas Asia Pasifik yang stabil, damai dan sejahtera, di mana Amerika Serikat merupakan mitra utama yang dihargai.
East-West Center mengaku, menyediakan program penelitian interdisipliner yang meneliti isu-isu penting dalam hubungan Amerika Serikat-Asia Pasifik.
Sebagaimana diketahui, sebagai badan nirlaba milik pemerintah, East-West Center menerima dana untuk menjalankan program-programnya dari pemerintah Amerika Serikat. Selain itu juga mendapat dukungan keuangan dari badan-badan swasta, perorangan, perusahaan, dan pemerintah di wilayah Asia-Pasifik, di antaranya dari Ford Fondation, lembaga yang dikenal mengkampanyekan paham liberal di Indonesia. (hdytlh/arrahmah.com)
http://www.arrahmah.com/index.php/news/read/5021/lima-guru-amerika-belajar-kurikulum-dan-manajemen-pesantren
Thursday, July 16, 2009
Saturday, July 11, 2009
program membeli sambil menderma untuk pembangunan masjid di pondok..
# ALHAMDULLILLAH , saya bagi pihak pondok madrashah adiniyah falahiah , pasir putih kelantan menjemput semua orang dan penderma untuk datang dan melihat sendiri suasana sekolah yang kecil tetapi tenaga pengajar dan pentadbirannya sangat berjiwa besar dan ingin melihat kejayaan rakyat malaysia berjaya dunia akhirat dalam mencari ilmu . sesiapa bercita-cita ingin menderma , sila hubungi no di no hp ini untuk maklumat lanjut : 019 - 951 6364 / 013 - 974 5161 untuk mengelakan keraguan . terima kasih jazakau'llah
khas untuk jiwa lemah dan penakut ,..BERJUANGLAH HINGGA MENCAPAI KEJAYAAN atau MATI MULIA ( we will never go down......achieve GLORY or SYAHEED )
( semanjat juang rakyat palestin melawan tentera israel yang anggap dirinya besar dan kuasa tetapi dengan kuasa ALLAH TAALA , rakyat yang tertindas bangun melawan hingga titisan darah terakhir hingga berjaya mengusir keluar dari bumi gaza.., keberanian tinggi dan kejujuran dalam berjuang & beramal diperlukan dalam kehidupan seharian untuk berjaya menjadi manusia yang dihormati.dunia & akhirat.insyaallah
.............................................................................
................................................................................
...............................................................................
aksi-aksi di majlis iftifhal..
- walaupun dengan serba kekurangan , ALHAMDULLILLAH , ALLAH TAALA mempermudahkan majlis ini berjalan lancar serta mendapat kerjasama semua pihak dan kami bersyukur selamat semuanya..semoga cita2 ahli kariah dan tok guru pondok untuk mendirikan sebuah masjid dan pembangunan pondok berjaya ....insyaallah
Tips elak Histeria: Haron Din saran amal Muawizat
“Aku pulang ke rumah dan meletakkan lampu di hadapanku, lalu terus membaca dan mengarang. Bila rasa mengantuk itu sangat mendesak, atau badanku terasa letih sekali, maka akupun minum secangkir hingga timbul kembali kesegaranku dan aku teruskan membaca lagi. Tetapi jika mengantuk tak tertahankan, aku lalu tidur dan biasanya aku bermimpi tentang soal-soal yang belum selesai dalam fikiranku. Di dalam mimpi itu, kebanyakan soal-soal itu biasanya menjadi terang masalahnya.”
~Ibnu Sina~

Tips elak Histeria: Haron Din saran amal Muawizat
Azamin Amin
Wed | Feb 25, 09 | 12:58:34 pm MYT
Kejadian histeria adalah fenomena yang sering berlaku di sekolah-sekolah berasrama penuh yang perlu diambil perhatian oleh pelbagai pihak di samping mengamalkan beberapa kaedah, amalan dan doa tertentu bagi mengatasi gejala terbabit.
Bagi menghindari kejadian histeria atau rasuk akibat gangguan makhluk halus berulang di kalangan para pelajar sekolah asrama mahupun orang awam, salah satu amalan dan petua yang sebaiknya diamalkan ialah Muawizat.
Muawizat adalah surah-surah yang terdiri daripada surah al-Ikhlas,al-Falaq dan an-Nas yang dibaca setiap hari baik sebelah pagi atau pada sebelah malam, selain hadis sahih Rasulullah s.a.w menyebut ayatul Qursi juga turut dibaca bagi menghindari kejahatan dan gangguan makhluk halus.
Demikian saranan Timbalan Mursyidul Am PAS, Dato' Dr Haron Din ketika diminta mengulas berhubung kejadian histeria di sekolah-sekolah yang terpaksa ditutup akibat kejadian Histeria.
Beliau turut menjelaskan beberapa punca yang menyebabkan terjadinya kerasukan di kalangan para pelajar antaranya ialah berlaku 'breakdown' pada perasaan atau jiwa seseorang disebabkan tekanan (tension) belajar yang terlalu tinggi di samping kelemahan seseorang mengalami emosi ketakutan yang bersangatan sehingga memudahkan gejala makhluk halus mengganggu hingga terjadinya histeria.
"Ketakburan juga boleh menyebabkan histeria iaitu berani yang terlampau sehingga mengganggu atau mencabar tempat-tempat yang dipercayai ada makhluk halus," katanya yang kini berada di Langkawi ketika dihubungi Harakahdaily sebentar tadi.
"Selain itu, akibat manusia yang menceroboh kawasan 'mereka' hingga mereka datang 'membalas' pula.
"Dan fenomena ini tidak hanya berlaku di sekolah-sekolah agama, sekolah biasa atau berasrama penuh sahaja tetapi juga banyak terjadi di kilang-kilang serta tempat orang berkenduri kendara," kata pengamal perubatan Islam itu.
'Pindahkan' makhluk halus ke kawasan lain
Ini menjelaskan lagi katanya bahawa dunia ini tidak didiami oleh manusia sahaja malah turut dihuni oleh makhluk-mahkluk lain juga yang dikenali dengan pelbagai nama dan oleh yang demikian manusia sewajarnya tidak sewenang-wenangnya menceroboh kawasan 'mereka' atau lebih baik lagi berdoa kepada Allah SWT supaya dihindari dari gangguan jin syaitan mahupun makhluk halus.
"Sebaik-baiknya sebelum buat bangunan atau sekolah di satu-satu kawasan, perlu berdoa terlebih dahulu supaya dilindungi ataupun 'memindahkan' makhluk tersebut ke kawasan yang lain," katanya.
Beliau turut menjelaskan bahawa Rasullulah juga turut berdoa kepada Allah agar dilindungi daripada diganggu oleh makhluk yang mendiami alam ghaib ini.
Doa tersebut katanya berbunyi begini: "Wahai bumi, tuhanku dan tuhanmu sama iaitu Allah, aku mohon perlindungan Allah daripada kejahatanmu dan kejahatan yang keluar darimu, dan kejahatan yang turun atasmu, kejahatan yang melata atasmu seperti binatang berbisa dan mahkluk halus yang mendiami tempat ini serta keturunan-keturunan mereka."
Sebelum itu, Mufti Selangor, Dato' Mohd Tamyes Abd Wahid, yang turut mengulas kejadian terbabit dilaporkan berkata bahawa apabila seseorang takut kepada syaitan dan makhluk halus seperti jin, ia hanya akan menyebabkan makhluk itu semakin bongkak.
Jangan tinggal solat
"Kita ambil contoh, kadang-kadang pelajar yang tinggal di asrama, khususnya pelajar perempuan, sering ditakut-takutkan dengan kewujudan 'penunggu' di bilik air dan disuruh berhati-hati sehingga akhirnya mereka percaya," katanya.
Sehubungan itu, beliau menasihatkan pelajar di sekolah berkenaan tidak meninggalkan solat dan menjaga disiplin dan apabila seseorang meninggalkan solat, amat mudah syaitan mengganggu menyebabkan kejadian seperti histeria.
Mohd Tamyes yang mempunyai pandangan yang sama dengan Haron Din berkata, mahkluk halus seperti jin berada di sekeliling manusia, cuma ia tidak dapat dilihat dengan mata kasar.
Seperti manusia, katanya, ia memiliki tempat tinggal dan selalunya menghuni rumah yang ditinggalkan kosong.
"Semua pelajar perlu berhati-hati dan mempunyai kekuatan diri supaya tidak mudah dirasuk serta tidak mudah takut dengan gangguan syaitan dan iblis,katanya - azm
(Interbiu dengan Dato' Haron Din berhubung kes histeria ini dibuat dua tahun lalu, sekadar panduan dan rujukan kepada yang terlibat dan yang mahu mengambil pengajaran daripadanya- wallahualam)
refer : http://www.harakahdaily.net/index.php?option=com_content&task=view&id=19573&Itemid=1
~Ibnu Sina~

Tips elak Histeria: Haron Din saran amal Muawizat
Azamin Amin
Wed | Feb 25, 09 | 12:58:34 pm MYT
Kejadian histeria adalah fenomena yang sering berlaku di sekolah-sekolah berasrama penuh yang perlu diambil perhatian oleh pelbagai pihak di samping mengamalkan beberapa kaedah, amalan dan doa tertentu bagi mengatasi gejala terbabit.
Bagi menghindari kejadian histeria atau rasuk akibat gangguan makhluk halus berulang di kalangan para pelajar sekolah asrama mahupun orang awam, salah satu amalan dan petua yang sebaiknya diamalkan ialah Muawizat.
Muawizat adalah surah-surah yang terdiri daripada surah al-Ikhlas,al-Falaq dan an-Nas yang dibaca setiap hari baik sebelah pagi atau pada sebelah malam, selain hadis sahih Rasulullah s.a.w menyebut ayatul Qursi juga turut dibaca bagi menghindari kejahatan dan gangguan makhluk halus.
Demikian saranan Timbalan Mursyidul Am PAS, Dato' Dr Haron Din ketika diminta mengulas berhubung kejadian histeria di sekolah-sekolah yang terpaksa ditutup akibat kejadian Histeria.
Beliau turut menjelaskan beberapa punca yang menyebabkan terjadinya kerasukan di kalangan para pelajar antaranya ialah berlaku 'breakdown' pada perasaan atau jiwa seseorang disebabkan tekanan (tension) belajar yang terlalu tinggi di samping kelemahan seseorang mengalami emosi ketakutan yang bersangatan sehingga memudahkan gejala makhluk halus mengganggu hingga terjadinya histeria.
"Ketakburan juga boleh menyebabkan histeria iaitu berani yang terlampau sehingga mengganggu atau mencabar tempat-tempat yang dipercayai ada makhluk halus," katanya yang kini berada di Langkawi ketika dihubungi Harakahdaily sebentar tadi.
"Selain itu, akibat manusia yang menceroboh kawasan 'mereka' hingga mereka datang 'membalas' pula.
"Dan fenomena ini tidak hanya berlaku di sekolah-sekolah agama, sekolah biasa atau berasrama penuh sahaja tetapi juga banyak terjadi di kilang-kilang serta tempat orang berkenduri kendara," kata pengamal perubatan Islam itu.
'Pindahkan' makhluk halus ke kawasan lain
Ini menjelaskan lagi katanya bahawa dunia ini tidak didiami oleh manusia sahaja malah turut dihuni oleh makhluk-mahkluk lain juga yang dikenali dengan pelbagai nama dan oleh yang demikian manusia sewajarnya tidak sewenang-wenangnya menceroboh kawasan 'mereka' atau lebih baik lagi berdoa kepada Allah SWT supaya dihindari dari gangguan jin syaitan mahupun makhluk halus.
"Sebaik-baiknya sebelum buat bangunan atau sekolah di satu-satu kawasan, perlu berdoa terlebih dahulu supaya dilindungi ataupun 'memindahkan' makhluk tersebut ke kawasan yang lain," katanya.
Beliau turut menjelaskan bahawa Rasullulah juga turut berdoa kepada Allah agar dilindungi daripada diganggu oleh makhluk yang mendiami alam ghaib ini.
Doa tersebut katanya berbunyi begini: "Wahai bumi, tuhanku dan tuhanmu sama iaitu Allah, aku mohon perlindungan Allah daripada kejahatanmu dan kejahatan yang keluar darimu, dan kejahatan yang turun atasmu, kejahatan yang melata atasmu seperti binatang berbisa dan mahkluk halus yang mendiami tempat ini serta keturunan-keturunan mereka."
Sebelum itu, Mufti Selangor, Dato' Mohd Tamyes Abd Wahid, yang turut mengulas kejadian terbabit dilaporkan berkata bahawa apabila seseorang takut kepada syaitan dan makhluk halus seperti jin, ia hanya akan menyebabkan makhluk itu semakin bongkak.
Jangan tinggal solat
"Kita ambil contoh, kadang-kadang pelajar yang tinggal di asrama, khususnya pelajar perempuan, sering ditakut-takutkan dengan kewujudan 'penunggu' di bilik air dan disuruh berhati-hati sehingga akhirnya mereka percaya," katanya.
Sehubungan itu, beliau menasihatkan pelajar di sekolah berkenaan tidak meninggalkan solat dan menjaga disiplin dan apabila seseorang meninggalkan solat, amat mudah syaitan mengganggu menyebabkan kejadian seperti histeria.
Mohd Tamyes yang mempunyai pandangan yang sama dengan Haron Din berkata, mahkluk halus seperti jin berada di sekeliling manusia, cuma ia tidak dapat dilihat dengan mata kasar.
Seperti manusia, katanya, ia memiliki tempat tinggal dan selalunya menghuni rumah yang ditinggalkan kosong.
"Semua pelajar perlu berhati-hati dan mempunyai kekuatan diri supaya tidak mudah dirasuk serta tidak mudah takut dengan gangguan syaitan dan iblis,katanya - azm
(Interbiu dengan Dato' Haron Din berhubung kes histeria ini dibuat dua tahun lalu, sekadar panduan dan rujukan kepada yang terlibat dan yang mahu mengambil pengajaran daripadanya- wallahualam)
refer : http://www.harakahdaily.net/index.php?option=com_content&task=view&id=19573&Itemid=1
Subscribe to:
Comments (Atom)



.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)