Monday, October 5, 2009

asalamualaikum..pengenalan diri

saya irsyad sidi lahir di no.26 jalan ir jamaluddin , pasir pariaman , sumatera barat , indonesia membuat blog ini dengan niat ingin mengutip sebanyak mana derma untuk membantu apa jua mangsa gempa bumi , kebakaran , kesakitan dan apa jua musibah . insyaallah semoga anda semua sahabat-sahabat dan saudar-saudari dapat membantu..insyaallah

Thursday, August 27, 2009

Di sini medan ku..

Di sini medan ku..

"Bila kita buka pondok bermakna kita sedang melahirkan beratus ulama, beratus khatib dan beratus-ratus tenaga pengajar"...T.G Hj Hasyim Pasir Tumboh.
_____________________

Semalam ( 25 Ogos)ketika sampai di bilik penginapan Surau Ubudiyyah Sri Gombak untuk memulakan siri Tazkirah Ramadhan sekitar Kuala Lumpur dan Selangor, saya telah dikunjungi oleh Ustaz Ismail Noh, bekas Ahli Parlimen Pasir Mas. Selepas muktamar yang lalu, kami sama-sama berada dalam Dewan Ulama Pas Pusat. Ustaz Ismail juga bermukim di Sri Gombak untuk mengisi siri program Tazkirah Ramadhan.

Dalam perbualan yang tidak panjang itu, kami menyentuh topik pendidikan. Kebetulannya Ustaz Ismail Noh juga pengasas sebuah Pusat Tahfiz di Pasir Mas Kelantan. Kemudiannya Pusat Pendidikan tersebut ditutup, dan sekarang sedang giat untuk diaktifkan semula. Pendedahan pengalaman beliau sangat selari dengan apa yang sedang saya fikir dan rancang. Dalam kuliah Dhuha di Al-Fatah pada hari Ahad lepas, saya telah suarakan hasrat saya yang akan membatalkan banyak jadual Kuliah di Masjid-masjid dan surau di sekitar Kuantan kerana ingin memberikan penumpuan sepenuhnya kepada Pondok saya. Usia saya pun sudah menjenggah 45 tahun. Sudah terasa keletihan mengisi 42 siri kuliah sebulan. Jadual tazkirah di Kuala Lumpur tahun ini sahaja saya terpaksa mengisi 57 siri tazkirah. Kerana itu saya sudah mencongak-congak akankembali "ke pengkalan" saya. Tiba sudah masanya saya memberikan penumpuan kepada pondok, selepas bertahun-tahun mencari dana untuk membangunkannya. Asas-asas ekonomi pondok juga telah saya asaskan. Insyallah ada la rezki dari Allah.

"Pondok ana mati ketika ana sibuk sebagai YB la ustaz..." kata ustaz Ismail penuh jujur. "Ana pernah suarakan perkara ini kepada Tok Guru, dan Tok Guru akur, kerana Tok Guru juga ada pengalaman dengan sekolah beliau di Pulau Melaka. Pondok ni ustaz, memerlukan kita beri tumpuan..ana tu, oleh sebab pondok dah pernah ditutup, bila kita nak bangunkan balik, masyaalah..susahnya nak tarik keyakin orang semula ustaz. Sebab tu baru ni, ana nak dilantik sebagai ketua guru halakat Kelantan, ana pergi jumpa Tok Guru, ana kata kepada tok Guru; cukup la rasanya Tok Guru, sebab ana nak bangunkan semula pondok ana..." tambah ustaz Ismail dengan nada penuh bertenaga.

Saya cukup tertarik dengan apa yang Ustaz Ismail luahkan. Indahnya bersahabat dengan ulama'. Tiada yang mereka fikirkan selain membangunkan kepentingan Islam dan Ummah. Saya teringat ketika mengunjungi Tuan Guru Haji Hasyim ( guru saya) di Pasir Tumboh 16 tahun yang lalu. Ketika saya ke Pasir Tumboh untuk memohon restu beliau untuk saya memulakan projek pembinaan An-Nuur. Sebagai seorang Guru dan Ayah, beliau nasihati saya agar, bila dah ada pondok tumpukan masa kepada mengajar dan mengajar. "Bila kita buka Pondok bermakna kita sedang melahirkan beratus ulama'. Kita sedang melahirkan beratus khatib, pendakwah dan beratus-ratus tenaga pengajar. Jadi kita tak boleh buat sambil lewa. Kalau anta sanggup tumpu masa, dan yakin sungguh rezki itu ditangan Allah, silakan..ana restu dan suka sangat jika anta teruskan cita-cita tu". Itulah kalimat yang keluar dari mulut Tuan Guru yang saya kasihi.

Tahun 1996 saat An-Nuur sedang dalam pembinaan dan akan memulakan pengambilan pelajar, tiba-tiba diistiharkan Pilihanraya Umum. Selaku YDP Kawasan Paya Besar, saya telah dicadangkan untuk menjadi calon Pas bagi DUN Penor. Segera saya teringat pesanan Tuan Guru saya. Kepada Ibu, saya minta nasihat dan pandangan. Saya rujuk Tuan Guru Haji Baqi selaku PJ ketika itu. Saya minta pandangan beliau sebagai tok guru, bukan atas kapasitinya sebagai PJ. Beliau berkias ; "Ustaz teruskanlah usaha ustaz sekarang, kerana tak ramai orang yang berada dalam usaha ini sekarang.."lapangan lain" ramai orang berminat melakukannya". Mengabungkan Nasihat Tuan Guru Haji Hasyim, Ibu saya dan Tuan Guru Haji Baqi, lalu cadangan itu saya tolak, sambil saya cadangkan nama Sdr Bahrin Muhammad bekas Ketua Pemuda Pas Pahang. Al-hamdulillah, saya dapat teruskan perencanaan An-Nuur tanpa banyak gangguan tugas yang lain. Seingat saya dua kali saya menerima surat daripada Pejabat Agong Pas yang meminta persetujuan saya samaada bersetuju menerima pencalunan AJK Pas Pusat. Dengan segera saya balas kembali surat-suarat tersebut dengan jawapan tidak bersetuju. Pertamanya saya merasa malu untuk menyetujukan diri bertanding diposisi yang begitu hebat. Keduanya kerana saya "sayangkan pondok ini".

Ketika Ustaz Ismail meminta diri untuk ke bilik beliau disebelah kabin penginapan saya, saya sudah hampir pasti memutuskan, selepas Ramadhan ini semua jadual saya akan banyak berubah. Saya akan kembali ke "Medan" saya semula. Saya perlu menyiapkan segera dan secepat mungkin bakal-bakal tenaga penceramah,khatib, ustaz dan pendakwah serta pejuang untuk jamaah ini, sebelum sisa usia yang ada ini kehabisan tenaganya. Kepada Allah say mohon kekuatan dan inayah.

Maaf kepada sahabat-sahabat yang mungkin saya terpaksa membatalkan beberapa kuliah di tempat mereka. Jika sahabat-sahabat ingin bersama, jom kita ke An-Nuur. Itulah pengkalan saya.

refer : http://ustazmokhtar.blogspot.com/2009/08/di-sini-medan-ku.html

Thursday, July 16, 2009

Lima Guru Amerika Belajar Kurikulum dan Manajemen Pesantren?

YOGYAKARTA (Arrahmah.com) - Lima orang guru wanita dari lima kota berbeda di Amerika Serikat (AS) akan mempelajari manajemen pendidikan pesantren pada sejumlah pondok pesantren (ponpes) di Yogyakarta.

"Mereka akan tinggal selama sepekan untuk mempelajari proses belajar-mengajar serta kurikulum pendidikan yang diterapkan pada beberapa pondok pesantren di Yogyakarta," kata Director AsiaPacifiCed Program East-West Center, Namji Steinemann, di Ambon, Rabu (15/7).

East-West Center, adalah lembaga penelitian dan pendidikan Amerika Serikat berkedudukan di Hawaii, yang didirikan oleh Kongres AS pada tahun 1960.

Lembaga tersebut bertugas untuk menciptakan terwujudnya pengertian dan pemahaman antarbudaya negara-negara di Amerika dan Asia Pasifik.

Dalam programnya lembaga ini memiliki jaringan luas pada sekitar 500-600 sekolah di Amerika, yang selalu berinteraksi dengan sekolah-sekolah di negara-negara Asia Pasifik.

Lembaga ini sangat tertarik dengan pola pendidikan pondok pesantren yang diterapkan di Indonesia dan ingin dikembangkan di negara lain.

Lima orang guru wanita dari lima kota berbeda di AS itu adalah, Barbara Laman asal New York, Charoline Aloxopeus asal Conneticut, Sussana Bunchan asal Michigan, Susan Milos asal California, dan Judith Carter asal Georgia.

Selama tinggal di ponpes, mereka juga akan berusaha untuk mengenal lebih jauh pola kehidupan para santriawan dan santriawati di setiap pondok pesantren, guna dijadikan bahan kajian para guru dan siswa di Amerika setelah mereka kembali.

Selain tinggal selama sepekan di ponpes, Namji Steinemann bersama lima orang guru itu juga akan mengunjungi yayasan milik Romo Mangun guna mempelajari berbagai hal yang dikembangkan di yayasan tersebut.

"Kami juga akan bertemu para akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) serta berdialog dengan tokoh-tokoh politik guna membuka wawasan kami tentang kondisi politik di Indonesia," kata dia.

Berbagai hal yang dilakukan ini, menurut Steinemann, tidak lain adalah untuk menunjukkan bahwa sebenarnya bangsa Indonesia bisa berkembang atas inisiatif dan idenya sendiri dan bukan ide impor dari negara lain.

Namji Steinemann bersama lima guru wanita berada di Ambon selama empat hari dalam rangka memfasilitasi program Partnership for Schools Indonesia, yang melibatkan 25 siswa SMP Kristen Rehoboth dan 25 santri Pesantren Darul Quran Al-Anwariyah, Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Pulau Ambon, Maluku Tengah, dalam sebuah pertemuan dan interaksi sosial secara bersama.

Para siswa dari dua lingkungan berbeda itu sebelumnya telah menjadi sahabat pena dan saling menyurat dan berkenalan sejak awal Juli lalu, tetapi baru bertemu untuk pertama kalinya pada Senin (13/7) lalu.

Menurut Steinemann, di dunia pendidikan seringkali masalah perdamaian dibicarakan, dan pertemuan yang dilakukan untuk 50 siswa dari dua lembaga pendidikan berbeda itu, dimaksudkan untuk menciptakan terwujudnya pengertian dan pemahaman di antara mereka. "Agama bukan faktor penghalang bagi anak-anak untuk bertemu dan berinteraksi sosial secara bebas," katanya.

Khusus mengenai Kota Ambon, tandasnya, awalnya dikenal melalui salah seorang guru pesantren yang sedang belajar di Hawaii, di samping ketertarikan akan sejarah pulau rempah-rempah tersebut yang di masa lalu menarik perhatian negara Barat menjajah Indonesia.

"Wajar program ini dilakukan di Ambon karena selain positif bagi siswa dua komunitas, nama besar Ambon dan Maluku yang menyebabkan Columbus bisa menemukan benua Amerika. Colombus pernah tersesat sampai di Pulau Banda. Ini cerita menarik untuk diurai dan Banda adalah Bali di Maluku," kata Steinemann.

The East-West Center adalah sebuah organisasi pendidikan dan penelitian yang mendapat pengakuan internasional dan didirikan oleh Kongres Amerika Serikat pada tahun 1960 untuk memperkuat pemahaman dan hubungan antara Amerika Serikat dan negara-negara di wilayah Asia Pasifik. East-West Center membantu dalam membentuk komunitas Asia Pasifik yang stabil, damai dan sejahtera, di mana Amerika Serikat merupakan mitra utama yang dihargai.

East-West Center mengaku, menyediakan program penelitian interdisipliner yang meneliti isu-isu penting dalam hubungan Amerika Serikat-Asia Pasifik.

Sebagaimana diketahui, sebagai badan nirlaba milik pemerintah, East-West Center menerima dana untuk menjalankan program-programnya dari pemerintah Amerika Serikat. Selain itu juga mendapat dukungan keuangan dari badan-badan swasta, perorangan, perusahaan, dan pemerintah di wilayah Asia-Pasifik, di antaranya dari Ford Fondation, lembaga yang dikenal mengkampanyekan paham liberal di Indonesia. (hdytlh/arrahmah.com)

http://www.arrahmah.com/index.php/news/read/5021/lima-guru-amerika-belajar-kurikulum-dan-manajemen-pesantren

Saturday, July 11, 2009

program membeli sambil menderma untuk pembangunan masjid di pondok..



# ALHAMDULLILLAH , saya bagi pihak pondok madrashah adiniyah falahiah , pasir putih kelantan menjemput semua orang dan penderma untuk datang dan melihat sendiri suasana sekolah yang kecil tetapi tenaga pengajar dan pentadbirannya sangat berjiwa besar dan ingin melihat kejayaan rakyat malaysia berjaya dunia akhirat dalam mencari ilmu . sesiapa bercita-cita ingin menderma , sila hubungi no di no hp ini untuk maklumat lanjut : 019 - 951 6364 / 013 - 974 5161 untuk mengelakan keraguan . terima kasih jazakau'llah

khas untuk jiwa lemah dan penakut ,..BERJUANGLAH HINGGA MENCAPAI KEJAYAAN atau MATI MULIA ( we will never go down......achieve GLORY or SYAHEED )



( semanjat juang rakyat palestin melawan tentera israel yang anggap dirinya besar dan kuasa tetapi dengan kuasa ALLAH TAALA , rakyat yang tertindas bangun melawan hingga titisan darah terakhir hingga berjaya mengusir keluar dari bumi gaza.., keberanian tinggi dan kejujuran dalam berjuang & beramal diperlukan dalam kehidupan seharian untuk berjaya menjadi manusia yang dihormati.dunia & akhirat.insyaallah
.............................................................................




................................................................................



...............................................................................

wajah-wajah ceria..di majlis ifthifal..










aksi-aksi di majlis iftifhal..


















- walaupun dengan serba kekurangan , ALHAMDULLILLAH , ALLAH TAALA mempermudahkan majlis ini berjalan lancar serta mendapat kerjasama semua pihak dan kami bersyukur selamat semuanya..semoga cita2 ahli kariah dan tok guru pondok untuk mendirikan sebuah masjid dan pembangunan pondok berjaya ....insyaallah

Tips elak Histeria: Haron Din saran amal Muawizat

“Aku pulang ke rumah dan meletakkan lampu di hadapanku, lalu terus membaca dan mengarang. Bila rasa mengantuk itu sangat mendesak, atau badanku terasa letih sekali, maka akupun minum secangkir hingga timbul kembali kesegaranku dan aku teruskan membaca lagi. Tetapi jika mengantuk tak tertahankan, aku lalu tidur dan biasanya aku bermimpi tentang soal-soal yang belum selesai dalam fikiranku. Di dalam mimpi itu, kebanyakan soal-soal itu biasanya menjadi terang masalahnya.”

~Ibnu Sina~



Tips elak Histeria: Haron Din saran amal Muawizat
Azamin Amin
Wed | Feb 25, 09 | 12:58:34 pm MYT

Kejadian histeria adalah fenomena yang sering berlaku di sekolah-sekolah berasrama penuh yang perlu diambil perhatian oleh pelbagai pihak di samping mengamalkan beberapa kaedah, amalan dan doa tertentu bagi mengatasi gejala terbabit.

Bagi menghindari kejadian histeria atau rasuk akibat gangguan makhluk halus berulang di kalangan para pelajar sekolah asrama mahupun orang awam, salah satu amalan dan petua yang sebaiknya diamalkan ialah Muawizat.

Muawizat adalah surah-surah yang terdiri daripada surah al-Ikhlas,al-Falaq dan an-Nas yang dibaca setiap hari baik sebelah pagi atau pada sebelah malam, selain hadis sahih Rasulullah s.a.w menyebut ayatul Qursi juga turut dibaca bagi menghindari kejahatan dan gangguan makhluk halus.

Demikian saranan Timbalan Mursyidul Am PAS, Dato' Dr Haron Din ketika diminta mengulas berhubung kejadian histeria di sekolah-sekolah yang terpaksa ditutup akibat kejadian Histeria.

Beliau turut menjelaskan beberapa punca yang menyebabkan terjadinya kerasukan di kalangan para pelajar antaranya ialah berlaku 'breakdown' pada perasaan atau jiwa seseorang disebabkan tekanan (tension) belajar yang terlalu tinggi di samping kelemahan seseorang mengalami emosi ketakutan yang bersangatan sehingga memudahkan gejala makhluk halus mengganggu hingga terjadinya histeria.

"Ketakburan juga boleh menyebabkan histeria iaitu berani yang terlampau sehingga mengganggu atau mencabar tempat-tempat yang dipercayai ada makhluk halus," katanya yang kini berada di Langkawi ketika dihubungi Harakahdaily sebentar tadi.

"Selain itu, akibat manusia yang menceroboh kawasan 'mereka' hingga mereka datang 'membalas' pula.

"Dan fenomena ini tidak hanya berlaku di sekolah-sekolah agama, sekolah biasa atau berasrama penuh sahaja tetapi juga banyak terjadi di kilang-kilang serta tempat orang berkenduri kendara," kata pengamal perubatan Islam itu.

'Pindahkan' makhluk halus ke kawasan lain

Ini menjelaskan lagi katanya bahawa dunia ini tidak didiami oleh manusia sahaja malah turut dihuni oleh makhluk-mahkluk lain juga yang dikenali dengan pelbagai nama dan oleh yang demikian manusia sewajarnya tidak sewenang-wenangnya menceroboh kawasan 'mereka' atau lebih baik lagi berdoa kepada Allah SWT supaya dihindari dari gangguan jin syaitan mahupun makhluk halus.

"Sebaik-baiknya sebelum buat bangunan atau sekolah di satu-satu kawasan, perlu berdoa terlebih dahulu supaya dilindungi ataupun 'memindahkan' makhluk tersebut ke kawasan yang lain," katanya.

Beliau turut menjelaskan bahawa Rasullulah juga turut berdoa kepada Allah agar dilindungi daripada diganggu oleh makhluk yang mendiami alam ghaib ini.

Doa tersebut katanya berbunyi begini: "Wahai bumi, tuhanku dan tuhanmu sama iaitu Allah, aku mohon perlindungan Allah daripada kejahatanmu dan kejahatan yang keluar darimu, dan kejahatan yang turun atasmu, kejahatan yang melata atasmu seperti binatang berbisa dan mahkluk halus yang mendiami tempat ini serta keturunan-keturunan mereka."

Sebelum itu, Mufti Selangor, Dato' Mohd Tamyes Abd Wahid, yang turut mengulas kejadian terbabit dilaporkan berkata bahawa apabila seseorang takut kepada syaitan dan makhluk halus seperti jin, ia hanya akan menyebabkan makhluk itu semakin bongkak.

Jangan tinggal solat

"Kita ambil contoh, kadang-kadang pelajar yang tinggal di asrama, khususnya pelajar perempuan, sering ditakut-takutkan dengan kewujudan 'penunggu' di bilik air dan disuruh berhati-hati sehingga akhirnya mereka percaya," katanya.

Sehubungan itu, beliau menasihatkan pelajar di sekolah berkenaan tidak meninggalkan solat dan menjaga disiplin dan apabila seseorang meninggalkan solat, amat mudah syaitan mengganggu menyebabkan kejadian seperti histeria.

Mohd Tamyes yang mempunyai pandangan yang sama dengan Haron Din berkata, mahkluk halus seperti jin berada di sekeliling manusia, cuma ia tidak dapat dilihat dengan mata kasar.

Seperti manusia, katanya, ia memiliki tempat tinggal dan selalunya menghuni rumah yang ditinggalkan kosong.

"Semua pelajar perlu berhati-hati dan mempunyai kekuatan diri supaya tidak mudah dirasuk serta tidak mudah takut dengan gangguan syaitan dan iblis,katanya - azm

(Interbiu dengan Dato' Haron Din berhubung kes histeria ini dibuat dua tahun lalu, sekadar panduan dan rujukan kepada yang terlibat dan yang mahu mengambil pengajaran daripadanya- wallahualam)

refer : http://www.harakahdaily.net/index.php?option=com_content&task=view&id=19573&Itemid=1

SYEIKH memberi kuliah ilmu...dimajlis iftihal





TOK KENALI




 
Posted by Picasa


 
Posted by Picasa

menyantuni DR . SHEIKH ASH-SHARIF TAREK di PONDOK AD'DINIAH PASIR PUTIH , KELANTAN